• September 14 2020

Demokrasi di Era Pandemi: Antara Realita dan Konspirasi

Hari Demokrasi Internasional

Di era pandemi covid-19 ini sistem demokrasi di Indonesia mengalami banyak sekali perubahan yang mendadak. Perubahan tersebut disebabkan karena terjadinya cultural lag dan cultural shock yang diakibatkan oleh pandemi covid-19. Tak hanya sistem pemerintahan saja yang terkena dampaknya, akan tetapi sistem ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya juga terkena dampak. Demokrasi di Indonesia saat ini tidak mencerminkan demokrasi tanpa demos. Lemahnya pelaksanaan demokrasi ini terlihat dari lemahnya peran partai, DPR, kehakiman, dan lain sebagainya di hadapan eksekutif. Meredupnya sikap kritis di masyarakat, baik pers, LSM, akademisi, dan sebagainya sebagai mitra pemerintah; dan pembungkaman kalangan aktivis-kritis. Akibatnya, demokrasi kita sejatinya tengah tumbuh dalam demokrasi yang dibungkam.  

Begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari sistem pemerintahan “baru” dimasa pandemi ini. Salah satunya adalah penyebaran berita hoax dan teori konspirasi di masyrakat.  Contohnya saja ada sebuah teori konspirasi yang mengatakan bahwa Bill Gates telah menemukan vaksin covid-19 dan telah mewajibkan seluruh masyarakat dunia mengonsumsi vaksin tersebut. Akan tetapi beberapa orang yang percaya terhadap teori konspirasi mengganggap bahwa Bill Gates telah memasukkan sebuah mikro chip ke dalam vaksin tersebut guna mengontrol populasi umat manusia. Akibat dari berkembangnya teori konspirasi tersebut, banyak masyarakat dunia yang enggan untuk melakukan vaksin. Mereka menganggap bahwa teori konspirasi tersebut benar adanya. Para influencer pun  melakukan hal yang sama karena mereka juga mengonsumsi teori tersebut dan berusaha mengumpulkan serpihan kebenaran yang ada. Meskipun tak sedikit pula influencer dan masyarakat yang tidak mempercayai hal tersebut.

Tak hanya itu, ada pula teori konspirasi yang menganggap bahwa adanya covid-19 merupakan skenario elite global untuk mengurangi populasi umat manusia. Bahkan saat ini ada sebagian masyarakat yang tidak percaya terhadap data korban covid-19 dikarenakan beberapa teori konspirasi yang mengatakan bahwa data korban covid-19 telah dimanipulasi untuk kepentingan politik. Bahkan saat ini masyarakat juga menganggap bahwa rumah sakit telah bekerjasama untuk memanipulasi data korban covid-19 sebagai ladang uang bagi mereka. Maksudnya, dengan bertambahnya data korban covid-19, maka masyarakat akan diwajibkan untuk melakukan rapid test dengan biaya yang mahal. Tak jarang bahwa teori-teori yang beredar tersebut merupakan serpihan kebenaran yang memang sengaja ditutupi untuk kepentingan pribadi.

Di era pandemi saat ini tentu saja berbagai macam informasi dapat diterima mentah-mentah oleh masyarakat tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Akan tetapi, ada baiknya kita sebagai masyarakat yang peduli terhadap negeri ini supaya lebih kritis lagi untuk mengupas isu-isu tersebut. Tanpa kita sadari banyak diantara kita telah terjebak dalam situasi yang sulit untuk mengungkapkan pemikiran kritis. Dimana ketika akan menyampaikan pendapat dan mengkritik suatu hal yang menyeleweng dari norma maka seketika akan mendapatkan hukuman atau bahkan tak segan-segan untuk dimasukan ke dalam jeruji besi. Apakah ini yang dinamakan demokrasi? Tentu saja tidak. Kita sebagai warga negara yang taat kepada Pancasila seharusnya saling bersatu untuk melawan ketidakadilan yang terus-menerus di tegakkan di negeri ini. Kita tidak boleh menjadi masyarakat yang lemah, karena pada dasarnya kita adalah warga negara yang kuat jika bersatu.

Oleh: Irfan Hermawan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

Berita Lainnya