• Mei 2 2021

EKSISTENSI PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI

pendidikan

Sudah setahun pandemi Covid-19 menyerang dunia. Pandemi Covid- 19 menyebar sejak akhir tahun 2019 hingga sekarang. Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan. Terhitung ada 193 negara yang mengalami serangan dari Covid-19, tak terkecuali Negara Indonesia. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan penyebaran Covid- 19. “Prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19,” jelas Mendikbud dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Kepala Daerah seluruh Indonesia tentang Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara daring, Rabu (2/9/2020). 

Dalam pencegahan penyebaran Covid-19, Masyarakat Indonesia harus mematuhi protokol kesehatan. Dalam menjalankan aktivitas, masyarakat harus memakai masker. Selain itu, masyarakat harus sering mencuci tangan dan menjaga jarak. Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak terhadap berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pemerintah membuat banyak regulasi terkait pendidikan. Regulasi-regulasi tersebut antara lain, pembelajaran dilakukan secara daring, ujian-ujian dilakukan secara daring, dan penilaian secara daring. Adanya pandemi Covid-19 ini menyebabkan pembelajaran dilakukan secara online.

Pembelajaran secara online ini menuntut aktivis akademik untuk menggunakan kemajuan teknologi sebagai bekal dalam pembelajaran daring. “Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru, dosen, dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan”, tutur Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam.

Pembelajaran daring ini dilakukan di rumah masing-masing dengan menggunakan ponsel atau laptop. Dalam pembelajaran guru dapat menggunakan platform yang disediakan di play store untuk mendukung keterlaksanaan pembelajaran daring. Pembelajaran jarak jauh menyebabkan para guru, siswa dan orang tua merasa frustasi. Kurangnya kemampuan dan fasilitas guru dalam mengadakan pembelajaran online menjadi permasalahan yang kompleks. Kurangnya kemampuan guru dalam mengoperasikan suatu platform menjadikan pembelajaran tidak sesuai dengan tujuan. Tidak sedikit guru yang hanya menggunakan grup WhatsApp sebagai platform pilihan. Selain itu, guru juga mengalami kesulitan dalam mengadakan penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Pembelajaran yang dilakukan di rumah menyebabkan anak-anak merasa bebas dari kewajibannya untuk belajar. Banyak anak-anak yang memilih untuk bermain. Hal ini menyebabkan guru harus memutar otak supaya penilaian tetap bisa dijalankan. Tak jarang dari mereka yang mengeluh.

Bukan hanya guru saja, tetapi anak-anak juga merasa frustasi. Pembelajaran yang hanya dilakukan melalui grup WhatsApp menyebabkan anak-anak bosan dan malas mengikuti. Pembelajaran yang dilakukan hanya satu arah menyebabkan pembelajaran tidak bermakna. Selain itu, tak jarang guru hanya memberikan banyak tugas tanpa diberikan penjelasan. Bukan hanya guru dan siswa saja yang mengeluh, tetapi orang tua juga. Orang tua yang biasanya bekerja dan melakukan pekerjaan rumah, harus mengajari anak-anak mereka untuk mengerjakan tugas. Padahal tidak semua orang tua memeiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengajari anak-anak mereka. Pembelajaran online ini juga menyebabkan degradasimoral. Adanya pembelajaran online menyebabkan anak-anak sering membuka internet. Tak jarang anak-anak membuka situs yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Adanya pembelajaran online ini menyebabkan tingkat kekerasan meningkat. Tak sedikit, berita yang menginformasikan kasus-kasus yang dilakukan oleh anak-anak. Sangat miris bukan?

Para guru perlu diberikan pelatihan dalam mengoperasikan platform online. Guru juga perlu dibimbing untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Sebagai orang tua perlu memberikan dukungan dan motivasi pada anak supaya anak lebih aktif dalam pembelajaran online. Orang tua juga perlu memberikan pengawasan penuh kepada anak supaya tetap mengakses apa yang sesuai dengan usianya. Pemerintah juga perlu memberikan sarana dan prasarana yang mendukung. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran online perlu dikaji lebih mendalam. Perlu adanya kerja sama yang sinergis antara orang tua, siswa, guru, dan pemerintah supaya dapat mengadakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Berita Lainnya

Satya Ananta meraih juara Harapan II kategori Industri Pariwisata Budaya di ajang LIP3D 2022

Satya Ananta berhasil meraih juara Harapan II kategori Industri Pariwisata…

Read More
Satya Ananta meraih juara II kategori Industri Perikanan di ajang LIP3D 2022

Satya Ananta memperoleh keberhasilan gemilang sebagai juara II kategori Industri…

Read More
Satya Ananta meraih Juara Harapan III kategori Pendidikan di ajang LIP3D 2022

Satya Ananta berhasil meraih Juara Harapan III pada kategori Pendidikan…

Read More