• Juni 8 2021

Ganasnya Sampah Plastik

world-ocean-day

Plastik merupakan bahan yang ringan dan fleksibel. Hal ini yang menjadikan banyak manusia menggunakan bahan plastik dalam berbagai aktivitas. Plastik sering digunakan untuk kemasan makanan, kemasan minuman, tas kresek, dan sebagainya. Selain itu, sampah plastik ini susah diuraikan sehingga membutuhkan berpuluh-puluh tahun untuk menunggu sampah ini terurai. Sampah plastik menjadi salah satu ancaman besar dalam kehidupan makhluk hidup. Tidak dapat dipungkiri bahwa sampah plastik banyak ditemukan di berbagai tempat terutama pada laut. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih sering mengabaikan sanitasi dari laut.

Berdasarkan laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) berjudul White Paper on Plastics Circular Economy and Global Trade terbitan Juli 2020, sebanyak 400 juta ton plastik dihasilkan dunia setiap tahunnya untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai bahan pembungkus karena sifatnya ringan dan fungsional. Forum Ekonomi Dunia pun mengatakan bahwa ada sekitar 150 juta ton sampah plastik berada di perairan dunia. Pertumbuhannya pun tak kalah hebat, mencapai 8 juta ton per tahunnya. International Coastal Cleanup (ICC) merilis, pada 2019 sebanyak 97.457.984 jenis sampah dengan berat total 10.584.041 kilogram ditemukan di laut, mayoritas jenis sampah tersebut terbuat dari plastik.

Sampah tersebut menyebabkan merancam kehidupan berbagai makhluk hidup yang ada di laut. Dilansir dari hasil penelitian yang diterbitkan oleh Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (United Nations Convention On Biological Diversity) pada 2016, sebanyak 800 spesies hewan laut terganggu dengan adanya sampah plastik ini. Sebanyak 40 persennya adalah mamalia laut dan 44 persen lainnya spesies burung laut. Menurut data yang telah diperbarui pada Konferensi Laut PBB di Markas New York, Amerika Serikat pada 2017 dijelaskan bahwa  limbah plastik di lautan telah membunuh satu juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan dalam jumlah besar setiap tahunnya.

Sampah plastik di lautan juga menjadi masalah bagi Indonesia. Dilansir dari berita bahwa terdapat penemuan bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) di perairan Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 18 November 2018. Bangkai ikan bernama lain paus kepala kotak itu kemudian dinekropsi. Hasilnya sungguh mengejutkan karena dari dalam perutnya ditemukan ratusan sampah plastik berbagai jenis seberat total 5,9 kilogram. Sampah tersebut terdiri atas tali rafia, gelas platik, dan kantung plastik. Hal ini menunjukkan bahwa sampah plastik sangat berbahaya bagi makhluk hidup di laut. Bahkan, dapat menyebabkan kematian.

Masalah sampah plastik ini tentu saja tidak bisa dianggap sebelah mata. Berbagai pihak perlu berkolaborasi untuk melindungi dan melestarikan laut. Selain itu, masyarakat perlu menggunakan lebih sedikit produk plastik dan menerapkan daur ulang plastik.  Plastik yang berakhir sebagai sampah laut berkonstribusi terhadap perusakan habitat dan menjerat serta membunuh puluhan ribu hewan laut setiap tahun. Dampak tersebut dapat dibatasi dengan cara membawa botol air yang dapat digunakan kembali, menyimpan makanan dalam wadah sekali pakai, membawa tas kain saat belanja, dan melakukan daur ulang bila memungkinkan. Pemerintah pun tak tinggal diam, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan mengaktifkan Kemitraan Aksi Plastik Nasional atau  National Plastic Action Partnership (NPAP). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa upaya mengurangi sampah plastik di laut harus dilakukan secara terintegrasi dalam lingkup nasional, regional, maupun global. Terutama melalui pengurangan sampah yang berasal dari aktivitas yang ada di darat. Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat dalam upaya mengurangi produksi sampah plastik di laut dengan memulainya dari darat. Masyarakat juga perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lautan dan diberikan edukasi akan bahaya sampah plastik terhadap ekosistem.

Berita Lainnya