• Juni 22 2016

Tim PKMM UNY Sukses Adakan Pelatihan 3E (English for Tourism, Entrepreneur, and E-Promotion) di Kampung Pajeksan, Yogyakarta

Tim PKMM UNY Sukses  Adakan Pelatihan 3E (English for Tourism, Entrepreneur, and E-Promotion) di  Kampung Pajeksan, Yogyakarta

Tim PKMM UNY Sukses Adakan Pelatihan 3E (English for Tourism, Entrepreneur, and E-Promotion) di Kampung Pajeksan, Yogyakarta

Wilayah Kampung Pajeksan merupakan pemukiman warga dengan kepadatan yang cukup tinggi dan berada di kawasan wisata Malioboro. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai pedagang kaki lima di sepanjang kawasan Malioboro. Adapun sisanya bekerja sebagai rental motor, bengkel motor, buka warung makan,  pengrajin barongan, ibu rumah tangga, PNS dan pengangguran. Meskipun berada di kawasan wisata, namun masyarakat kampung Pajeksan belum bisa memanfaatkan potensi tersebut dengan maksimal. Masyarakat yang bekerja sebagai pedagang kaki lima sering kali mendapatkan kendala ketika berhubungan langsung dengan wisatawan asing yang berkunjung ke Malioboro karena tidak bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Dilihat dari segi pengelolaan usaha, pedagang di kampus Pajeksan masih mengalami kesulitan. Sebagian besar dari mereka mencampur antara uang pribadi dan uang jualan alhasil usaha yang mereka jalani sekedar berjalan saja tanpa tau apakah usaha yang mereka tekuni rugi atau untung. Selain itu, minimnya kemampuan mempromosikan apa yang mereka jual turut menyebabkan usaha mereka kurang dikenal masyarakat luas sehingga usaha yang ditekuni tidaklah maksimal. Hal ini mendorong mahasiswa UNY yaitu Tanti Kurniah Sari (Pendidikan Fisika), Ardi Aprilianto (Pendidikan Teknik Otomotif), Ismi Solikhatun (Pendidikan Akuntansi), Rizki Nisa Setyowati (Kebijakan Pendidikan), dan Muhammad Aziz Dharmawan (Pendidikan Teknik Informatika) di bawah bimbingan Sukinah, M.Pd. untuk membuat pelatihan 3E (English for Tourism, Entrepreneur, dan E-Promotion).

Menurut Tanti Kurnia Sari, Pelatihan English for Tourism bertujuan untuk memberikan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam lingkup kepariwisataan. Sedangkan Pelatihan Entrepreneur bertujuan untuk membekali pengetahuan mengenai perencanaan usaha, managemen usaha serta pengelolaan keuangan dalam usaha yang baik. Dan pada pelatihan E-promotion bertujuan untuk memberikan keterampilan memanfaatkan media promosi online yang sudah ada untuk mempromosikan usahanya. Dan secara umum bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di kampung Pajeksan.

Kegiatan dalam pelatihan ini meliputi Penyuluhan, Pelatihan, dan Pendampingan. Ardi Aprilianto menambahkan bahwa penyuluhan kepada warga Kampung Pajeksan yang berguna untuk memberikan informasi mengenai akan adanya kegiatan pelatihan ini dengan kegiatan observasi, sosialisasi, penyebaran pamphlet dan leaflet. “Kegiatan Pelatihan dibuat dengan 10 kali pertemuan disetiap hari Rabu dan Minggu agar masyarakat tidak merasa jenuh jika dilakukan setiap hari” kata Ardi Aprilianto. Ismi Solikhatun menambahkan bahwa pendampingan dilakukan dengan mendampingi praktek Bahasa Inggris di Malioboro, merintis sekaligus mengembangkan usaha dan pemdampingan pembukuan usaha, serta membuat dan menggunakan media promosi online.

Pelatihan 3E dilakukan oleh tim PKM-M UNY dengan bekerja sama dengan beberapa instansi. “Untuk menunjang pengetahuan dan keterampilan peserta, kami juga bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Diperindakoptan), Dinas Pariwisata (Dispar) dan native speaker yang berasal dari Australia” kata Rizki Nisa Setyowati. Disperindakoptan bertugas memberikan informasi terkait perijinan, kredit usaha rakyat serta fasilitas bagi UMKM. Sementara itu Dinas Pariwisata bertugas memberikan materi mengenai kepariwisataan Yogyakarta. Native speaker untuk membantu peserta melakukan praktik English Conversation pelatihan EFT.

Kegiatan pelatihan tersebut diyakini dapat meningkatkan kemampuan warga kampong Pajeksan dalam hal pengembangan usaha, kepariwisataan dan promosi melalui media sosial. Pada akhirnya kegiatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kampung Pajeksan yang mayoritas bekerja sebagai pedagang kaki lima di kawasan Malioboro.

Video Profil  : https://youtu.be/jn6HUpkuGZ

[Tanti]

Berita Lainnya

Satya Ananta meraih juara Harapan II kategori Industri Pariwisata Budaya di ajang LIP3D 2022

Satya Ananta berhasil meraih juara Harapan II kategori Industri Pariwisata…

Read More
Satya Ananta meraih juara II kategori Industri Perikanan di ajang LIP3D 2022

Satya Ananta memperoleh keberhasilan gemilang sebagai juara II kategori Industri…

Read More
Satya Ananta meraih Juara Harapan III kategori Pendidikan di ajang LIP3D 2022

Satya Ananta berhasil meraih Juara Harapan III pada kategori Pendidikan…

Read More