• Mei 7 2019

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN UNYSEF: TINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MELALUI METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF

Tyovan Ari Widagdo merupakan CEO dari Bahaso. Sebuah aplikasi yang menyediakan fitur-fitur pembelajaran bahasa asing. Aplikasi tersebut menyajikan materi beserta sistem pembelajaran yang interaktif. Hal tersebut dipaparkan dalam Seminar Nasional Pendidikan UNYSEF UKM Penelitian UNY pada Sabtu (28/04).

Pendidikan merupakan jalan untuk mengubah peradaban menjadi yang lebih baik. Di Indonesia, pendidikan menjadi elemen penting bagi generasi penerus bangsa. Pendidikan yang diterapkan tentu saja diinisiasi oleh sebuah sistem dalam kerjanya. Sistem pendidikan yang diterapkan dapat mempengaruhi pola belajar dan juga daya pemahaman anak. Hal tersebut sesuai dengan yang dipaparkan oleh Tyovan selaku inovator dalam bidang pendidikan, bahwa ketika anak-anak belajar dalam waktu yang lama dan tidak menghasilkan sesuai yang semestinya berarti ada yang salah dengan sistem pendidikan tersebut. Sebagai contoh saja pelajaran Bahasa Inggris. Sejak sekolah dasar bahkan dari taman kanak-kanak mungkin, para siswa telah belajar Bahasa Inggris dalam kurun waktu yang tidak bisa dibilang singkat tersebut. Hitung saja dari SD, SMP, hingga SMA, pasti sudah terlampau cukup waktu yang dibutuhkan. Namun, faktanya banyak siswa yang kurang lancar dalam berbahasa Inggris, ternyata setelah ditelusur, pembelajaran bahasa asing tersebut difokuskan untuk menyongsong Ujian Akhir Sekolah (UAS)  atau Ujian Nasional (UN). Sehingga kemampuan siswa sebatas dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Bahasa Asing dapat menunjang perekonomian masyarakat. Tyovan mengatakan bahwa perkembangan pengetahuan dapat menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan taraf ekonomi. Berangkat dari sanalah Bahaso kemudian terus dikembangkan untuk menuju hasil yang maksimal terutama dalam menciptakan pemahaman belajar siswa. Bahaso menggunakan sokongan big data dan hasil riset atau temuan lainnya untuk keperluan  sistem kerja di dalamnya.

Tyovan juga memperjelas bahwa fokus merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan seseorang. Selain itu, sebagai generasi tulang punggung bangsa sudah semestinya kita untuk mempersiapkan kemajuan Indonesia dalam beberapa tahun kedepan. “Sadarlah bahwa kalian ini adalah generasi tulang punggung bangsa, kalian ini tahun 2030 akan menjadi orang-orang yang berpengaruh terhadap kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

(Kristin)

Berita Lainnya